ilustrasi seseorang yang diguyur hujan (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

pict from pexels.com

[Puisi] Sabda Penghujan

Di jalanan yang licin
kita berjalan pulang—atau setidaknya
mencari arti dari pulang itu sendiri.
Langkahmu berat seperti kenangan
yang menolak larut dalam genangan.

Pohon-pohon bicara dengan daun basah
membisikkan sabda yang tak tercatat
dalam kitab mana pun:
bahwa segala yang tumbuh akan gugur
dan yang jatuh belum tentu kalah.

Dan bukankah kita semua sedang tumbuh
dari musim ke musim—
meski sesekali patah
meski terkadang lupa arah?

Hujan adalah bahasa semesta
yang tak perlu diterjemah.
Ia datang dengan segala getir dan tenang
menyiram luka agar tak membusuk
menyulam rindu dari air yang hening.

Baca juga:

By Ryska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *